Breaking News
Loading...
Tuesday, April 2, 2013

Ban Bekas sebagai Atap Rumah yang Indah



Sesuatu usaha yang kreatif memanfaatkan ban mobil bekas yang selama ini sebagian besar ditumpuk dan dibiarkan begitu saja. Meski telah ada suatu teknologi yang mengolah kembali plastik dan ban bekas menjadi bahan bakar, tetapi metode tersebut hanya bisa digunakan untuk skala industri.

Atau jika digunakan kembali, seperti halnya di Indonesia, biasanya ban tersebut divulkanisir terlebih dahulu, meski dari sisi keselamatan berkendara, hal tersebut membahayakan.

Salah satu langkah yang bisa diambil adalah memanfaatkannya menjadi bagian dari sebuah rumah. Sebuah perusahaan bernama Euroshield yang berbasis di Kanada mengubah ban-ban bekas menjadi panel atap dengan memberinya sedikit perlakuan khusus.
Bagian dinding ban-ban bekas dibuang terlebih dahulu. Kemudian potongan besarnya dilapisi dengan serbuk gergaji. Untuk membuat tekstur yang menyerupai genting, potongan-potongan ban itu dipanaskan dan dibentuk menggunakan moulding.

Agar antar panel atap yang mempunyai lebar 90cm nantinya bisa saling berpegangan, bagian pinggir yang jika pada genting biasa berfungsi sebagai pengunci, pada genting Euroshield digunakan sebuah plastik.

Euroshield tidak melupakan sisi estetikanya. Panel tersebut dibuat menjadi tiga model yang menyerupai atap genting biasa, genting beton dan kayu. Konsumen pada akhirnya bisa memilih yang sesuai dengan keinginannya.

Meski jika dibandingkan dengan atap konvensional, harga panel atap yang termasuk dalam produk "hijau" tersebut --Euroshield tidak mau menggunakan kata "hijau" untuk produknya itu-- masih lebih mahal, tetapi perusahaan itu berani memberikan garansi 50 tahun.
Wajar saja jika garansi yang diberikan sangat lama, pasalnya panel atap tersebut dibuat dari ban bekas yang didalamnya masih tersimpan serat-serat baja yang menjamin kekuatannya. Konsumen tidak perlu lagi kuatir dengan genting pecah atau atap bocor selama 50 tahun lebih.(c8/lik)

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer